You need to enable javaScript to run this app.

Morning Assembly 5 Medina dan 6 Anatolia program bilingual: Performance full English dalam Balutan Cerita dan Budaya

  • Rabu, 23 September 2026
  • Administrator
  • 0 komentar
Morning Assembly 5 Medina dan 6 Anatolia program bilingual: Performance full English dalam Balutan Cerita dan Budaya

Senin pagi, 14 September 2026. Siswa kelas 3 hingga 6 yang sudah berkumpul sejak pagi pun mulai memusatkan perhatian ke depan. Hari itu, giliran 5 Medina dan 6 Anatolia program bilingual yang tampil dalam Assembly Morning Inspiration.

Assembly Morning Inspiration menjadi ruang bagi siswa untuk berani tampil di hadapan teman-temannya, mengasah kemampuan berkomunikasi, sekaligus menunjukkan kreativitas yang mereka siapkan bersama. Setiap bulan, kelas yang mendapat giliran pun berbeda. Pada bulan sebelumnya, panggung pagi diisi oleh 6A dan 6B, sementara bulan berikutnya akan menjadi giliran 5A dan 5B.

Berbeda dari kegiatan pagi biasanya, hampir satu jam berikutnya lapangan sekolah dipenuhi percakapan dan penampilan dalam bahasa Inggris. Sebagai kelas bilingual, 5 Medina dan 6 Anatolia program bilingual membawakan seluruh rangkaian acara dengan full English, mulai dari pembukaan oleh MC hingga pengantar setiap penampilan.

Satu per satu penampilan pun dimulai. Ada lantunan Al-Qur’an, paduan suara, cerita tiga bahasa, hingga pertunjukan yang membawa kembali kisah dan permainan tradisional Jawa. Pagi itu, siswa yang menonton juga mendapat suguhan yang beragam dari teman-teman mereka sendiri.

Acara dibuka dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Zakiyya dari kelas 5C, dilanjutkan penampilan paduan suara siswi 6C yang membawakan lagu “Count on Me”. Suara mereka berpadu dengan gerakan sederhana yang membuat penampilan terasa lebih hidup.

Dari panggung musik, suasana kemudian bergeser ke cerita tradisional Jawa. Siswa kelas 5C menghidupkan kisah “Gundul-Gundul Pacul” melalui pertunjukan Wayang Orang. Karakter dan gerakan yang mereka tampilkan membuat cerita yang selama ini akrab di telinga kembali hadir dalam bentuk pertunjukan di hadapan teman-teman mereka.

Masih membawa nuansa budaya Jawa, 5C kemudian menghadirkan “Cublak-Cublak Suweng”. Permainan tradisional tersebut dikemas sebagai pertunjukan yang mengajak penonton mengenal kembali permainan khas Jawa sekaligus pesan dan kebijaksanaan yang tersimpan di baliknya.

Sementara itu, 6C Anatolia menghadirkan sesuatu yang cukup berbeda melalui trilingual storytelling berjudul “The Crying Date-Palm Tree”. Satu cerita disampaikan dalam tiga bahasa: Bahasa Inggris oleh Syifa, Bahasa Arab oleh Aqila, dan Bahasa Indonesia oleh Anjani. Pergantian bahasa menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian siswa yang menyaksikan.

Penampilan berikutnya kembali membawa penonton mengenal sejarah dan budaya Islam di Indonesia. Para siswa 6C tampil dalam cosplay Wali Songo, lengkap dengan karakter masing-masing. Ketika para tokoh Wali Songo mulai muncul satu per satu, suasana lapangan langsung berubah. Anak-anak yang menyaksikan tampak antusias dan riuh memberikan tepuk tangan.

Rangkaian penampilan pagi itu ditutup dengan doa yang dipimpin Haidar sekaligus penutupan dari MC. Setelah sesi foto bersama, para siswa kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran.

Penampilan 5 Medina dan 6 Anatolia program bilingual pun berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh antusias. Dari awal hingga akhir, para siswa mengikuti setiap penampilan dengan perhatian, sesekali diselingi tawa dan tepuk tangan yang membuat suasana pagi semakin hidup.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Evi Afifah, S.KM, M.Pd

- Kepala Sekolah -

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُه Haloo ayah dan bunda serta anak-anak hebat‼️ Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga senantiasa dalam lindungan Allah…

Berlangganan
Banner